
BUKU SANGATA, SANGAT BANYAK CERITA
Penulis : FLP Sangatta Kaltim
Penerbit : Indie FLP Sanggata Kaltim
Halaman : 108 halaman
Ukuran : 21 x 15 cm
Kota Sangatta merupakan Ibukota Kabupaten Kutai Timur, yang letaknya berdekatan dengan Kota Administratif Bontang. Jika Bontang terkenal dengan PT Pupuk Kaltim, maka Sangatta terkenal dengan PT Kaltim Prima Coal ( PT KPC ). Tak dipungkiri kedua kota itu sama-sama dikenal hanya karena ada perusahaan besar yang beroperasi di wilayahnya.
Sangatta, sangat identik dengan kepanjangan nama”Sangat Menderita”. Mungkin ini disebabkan pada awal berdirinya PT KPC ( sekitar akhir tahun 80an)banyak pendatang ke Sangatta, dan menemukan sangat minimnya sarana dan prasarana yang tersedia di Sangatta.
Kepanjangan nama itu tetap bergaung, karena selalu dibawa oleh orang-orang yang tinggal di Sangatta maupun orang-orang yang telah hengkang dari Sangatta. Tak pernah terdengar indah, bila orang menyebut kota ini. Menurut saya, itu merupakan suatu persepsi yang buruk yang harus digantikan dengan hal-hal yang membangkitkan semangat dan kebanggaan bagi warga Sangatta.
Pada tanggal 22 Februari 2009 merupakan Milad FLP, dimana FLP Sangatta juga merayakannya dengan peluncuran buku Sangatta, Sangat Banyak Cerita. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari anggota dan pengurus FLP cabang Sengata.
Buku tersebut merupakan tulisan yang dibuat dari sekumpulan orang-orang yang berlatar belakang suku, umur, pendidikan dan pekerjaan yang berbeda. Sehingga buku ini merupakan gambaran yang objektif tentang bagaimana sebenarnya Sangatta dimata penulisnya.
Menarik sekali ketika kita membaca judul tulisan “Lapangan Garuda” yang ditulis oleh Siti Fatimah, dimana dia telah tinggal di kota ini lebih dari 20 tahun. Perasaannya sangat miris ketika orang Sangatta banyak yang tidak mengenal lapangan tersebut. Padahal dia merupakan salah satu saksi sejarah dari lapangan Garuda.
Ketika kita memasuki wilayah Sangatta, kita akan melihat patung selamat datang yang berwarna hitam, yang dikatakan mirip ikan lele oleh Mardianto Alif . Dia mampu menceritakan asal-usul mengapa burung Enggang dijadikan maskot kota Sangatta.
Menabur Mimpi di Kota Batu Bara yang dituliskan oleh seorang guru bernama Endah Wulandari, merupakan tulisan yang menceritakan tentang keadaan Sangatta saat ini dan harapannya di masa mendatang.
Arif Wibowo menuliskan tentang mitos Sangatta yang sangat terkenal, yaitu sekali minum air Sangatta pasti akan kembali ke Sangatta. Dia telah membuktikan mitos itu, karena dia pernah hengkang dari Sangatta kemudian datang kembali ke kota ini.
Masih banyak tulisan-tulisan yang membuat kita lebih banyak tahu, bagaimana Sangatta dan hikmah-hikmah apa saja yang telah di dapatkan oleh penulis-penulis buku ini selama tinggal di Sangatta.
Tidak salah bila salah satu dari paragraph pengantar buku, Rien Hanafiah ketua Forum Lingkar Pena Cabang Sangata mengatakan, ”Fenomena sangat menderita, ternyata adalah sesuatu yang begitu menyenangkan. Hal-hal pedih bisa disikapi dengan empati luar biasa, wujud syukur pun tanpa bisa dielakkan.”
Walaupun buku ini tidak disertai foto-foto tentang kota Sanggata, karena isi buku ini adalah gambaran Sangatta yang sesungguhnya, maka buku ini layak dimiliki oleh semua kalangan yang merasa dirinya sebagai bagian dari Sangatta: maupun bagi yang pernah tinggal di Sangatta: ataupun yang tidak pernah tahu Sangatta.
Buku Sangatta, Sangat Banyak Cerita adalah buku yang pertama yang menceritakan kota Sangatta, hingga tidak ada salahnya bila kita miliki untuk dijadikan tambahan koleksi buku maupun oleh-oleh untuk teman dan kerabat yang tinggal di luar Sanggatta.
”FLP Sengata akan terus mencoba survive, karena kami merasa dimanapun kita berada, kegiatan membaca dan menulis harus terus kita galakkan, tentunya untuk mencerdaskan generasi selanjutnya. Lagi pula, dengan menulis, kita bisa menuangkan segala sesuatunya menjadi manfaat. Itulah yang mendesak FLP cabang Sengata bertahan, eksis untuk membuktikannya. Salah satu pembuktian itu adalah menerbitkan buku antologi secara indipendent.” Ujar Rien Hanafiah ketua Forum Lingkar Pena Cabang Sangata. (Kiriman FLP Sangatta)
Sabtu, 11 Juli 2009
Sangata, Sangat Banyak Cerita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar